Rabu

Seks Janda Yuli telah mengocok penisku tiga Lawan Satu


Seks Janda Yuli telah mengocok penisku tiga Lawan Satu Namun saya mesti pergi kerja, sesudah peristiwa itu saya masih tetap kerap bermain dengan mereka terkadang saya bermain cuma berdua, terkadang berempat, terkadang bertiga, terkadang juga segera berlima. Namun hampir telah satu bulan ini, saya tidak paham kemana mereka serta tidak sempat ketemu lagi bahkan juga waktu saya ke kontrakannya nyatanya dia telah geser tak tahu kemana serta saya hubungin melalui HP tidak sempat aktif, saya merindukan waktu itu. 





Untuk tante atau rekan wanita yang lain yang ingin rasakan layananku serta yang tentu servis sangatlah memuaskan selekasnya hubungi melalui e-mail. Tentu saya balas secepat-cepatnya, serta terima kasih atas ditayangkannya ceritaku yang kemarin. 




Yanti, sebut saja demikian, telah tiga minggu kami sama-sama share keperluan biologis. Yanti ialah wanita berumur 25 th. dengan tinggi 160 cm, serta dengan dada yang sangat besar 36B ukurannya, kulit putih, dengan muka serupa wanita bangsawan. 





Jalinan kami bermula pada suatu pesta pertunangan rekanan usaha saya, saya kenalan dengannya serta jadi akrab dengannya bahkan juga saya tawarkan untuk pulang bersama dengan karena dia jemu untuk ada di sana karena dia sudah ditinggal oleh temannya. Yanti juga naik ke mobilku, dia tidak keberatan dengan itu, malam itu suhunya merasa sangat dingin, meskipun AC sudahku matikan namun masih tetap merasa dingin saya juga tidak memahami kenapa dapat berlangsung semacam itu, pada akhirnya saya pinjami jasku untuk menutupi tubuhnya yang cuma menggunakan gaun putih itu. Bagiku Yanti malam itu tampak sexy dengan gaun yang dipakainya, dia menggunakan gaun putih tanpa ada lengan, serta bra hitam yang tunjukkan kemolekan tubuhnya. Serta rambut panjangnya yang tertangani dilewatkan tergerai dengan bebasnya. 





Karena perutku masih tetap merasa lapar, yang tadi saya hanya makan sedikit karena keasyikan bercakap serta nikmati tubuhnya yang sexy serta bahenol itu, kuajak dia makan dalam suatu restoran namun dia menampik karena dia di rumah sudah masak, jadi saya disuruh untuk makan ditempatnya saja, dalam hati, ini cewek baik banget terkecuali dia sexy serta bahenol namun juga baik hati, sesudah saya berfikir lama pada akhirnya saya sepakat. 





Singkat narasi kami hingga didalam rumah kontrakannya serta konsumsilah saya di sana, usai makan saya membereskannya, dia mengajakku kekamarnya untuk menemaninya malam itu, walau sebenarnya saya ingin pulang karena jam telah tunjukkan jam 00. 30. Saya berusaha untuk menampik namun karena dia selalu meminta untuk menemaninya, serta pada akhirnya saya juga mengiyakannya karena saya juga tidak tega bila dia sangat meminta kepadaku. 





Kamarnya tampak bersih dan rapi semua teratur rapi sekali, ya, maklum kamar cewek. Dia mengontrak untuk berempat serta teman-temanya kebetulan waktu itu lagi pada keluar, maklum waktu itu ialah malam minggu. Singkat narasi, dia menceritakan padaku jika dia baru putus sama pacarnya karena cowoknya kepergok sudah melakukan perbuatan perselingkuhan dibelakang dia. Diapun menangis kembali kenang waktu yang teramat indah bersama dengan sang pacar serta saat ini hanya tinggal kemalangan belaka serta saya cobalah untuk memberanikan diriku untuk memeluknya serta menenangkannya, Yanti tidak menolaknya. 





Sesudah agak tenang, kubisikan dia jika malam hari ini kamu terlihat cantik sekali. Yanti tersenyum serta menatapku sangatlah dalam, saya cium bibirnya yang hangat itu serta dia membalas ciumanku dengan sangatlah ganasnya, tangannya mulai mencari di mana adik kecikku bersembunyi. Pada akhirnya dia mendapatkannya serta meremas dengan lembutnya. 





Kamipun berciuman dengan sangatlah ganasnya saya mulai mencium lehernya, Yantipun mendesah, 





“Aaahh geli Jok aahh. ” 





Dengar itu saya makin bernafsu, saya juga mulai meremas-remas payudaranya dari luar branya yang montok itu. Yanti mendesah lagi, 





“Aaahh enak Jok selalu Jok selalu sstt. ” 





Serta dia juga menjambak rambutku. Sesudah sejumlah lama saya meremas payudaranya, dia mendesah serta selalu berkicau, dengan permainan yang aku bikin itu. Saya juga mulai menanggalkan gaun yang dia masih tetap gunakan, yang tersisa cuma tinggal Branya serta CD teras merah muda, lalu branya juga saya terlepas, tampaklah jelas gunung kembar yang sangatlah menantang birahiku serta punting merah-kecoklatan cerah yang telah mengeras. Kuremas payudaranya serta kuhisap puntingnya serta kugigit kecil dengan gigiku, Yanti cuma pejamkan mata sembari nikmati hisapanku itu. Saya gigit-gigit puntingnya serta dia juga mengerang serta menggelinjang keasikan, 





“Jok enak Jok, teruss Jok, hisap selalu aahh sstt” 





Lalu saya teruskan dengan menciumi perutnya lalu saya copot CD yang masih tetap menempel pada dianya. WOw nyatanya jembutnya tidaklah terlalu lembat serta rapi, rambut di sekitar bibir kemaluannya bersih. Serta vaginanya terlihat kencang dengan clitoris yang cukup besar serta terlihat basah. 





“Kamu rajin mencukur yaa, ” tanyaku, dengan muka memerah dia mengiyakan, karena kata teman-temannya untuk kesehatan vagina, serta tidak bau. 





Kupangku dia serta mulai menciuminya lagi, serta sapuan lidahku mulai menyebar dari payudara lalu puntingnya, kugigit kecil dengan gigiku, Yanti menggelinjang keasikkan serta mendesah-desah rasakan rangsangan kesenangan, 





“Ssstt selalu Jok sstt. ” 





Tangan kananku mulai mainkan clitorisnya yang telah banjir, lalu kujilati klitotisnya dengan lidahku perlahan, desahan serta lenguhan semakin kerap kudengar. Selaras dengan sapuan lidahku klitorisnya, Yanti makin terangsang, dia bahkan juga menjabak rambutku serta mendesak kepalaku di klitorisnya, 





“Jok, enak.. Banget.. Enak.. Jok, aahh.. Jok selalu Jok jilat selalu hingga dalam Jok aahh.. ” 





Desahannya serta lenguhannya bikin saya makin bertambah nafsu untuk memperlancar yang lebih hilang ingatan dari mulanya serta saat itu juga badannya mulai mengejang dan 





“Jok.. Yanti.. ingin.. Keeluaar aa.. Aaahh” serta merasa sekali derasnya cairan yang mengalir dari vaginanya yang merasa asam-asam pahit namun nikmat lalu segera saya jilat hingga habis serta tidak tersisa. Yanti lalu berdiri. 





“Sekarang giliranku, ” tuturnya. 





Celanaku segera dilucutinya serta akupun segera berbaring di atas kasur yang empuk itu. Salah satunya tangannya memegang penisku serta yang lainnya memegang buah zakarku, di mengelusnya dengan lembut. 





“Mmmhh enak juga yaa penis kamu, ” ceretus dia. “Aaahh enak Yan” desahku. 





Yanti mulai menciumi penisku serta mengelus buah zakarku, serta mengemutnya serta mengocoknya dengan mulutnya yang sangatlah imut itu. Merasa juta-an arus listrik mengalir ke tubuhku, 





“Gila ini cewek pinter sekali sedotan serta kocokannya betul-betul nikmat banget, ” dalam batinku. Kupegang kepalanya, kuikuti naik turunnya, kadang-kadang kutekan kepalanya waktu turun. Tidak lama kemudian dia berhenti. 





“Jok penis kamu lumayan besar serta panjang yach, keras lagi, saya makin terangsang nich. ” 





Saya cuma tersenyum, kuajak dia main 69, nyatanya dia ingin. Vaginanya yang banjir itu pas diwajahku, merah serta kencang, tengah Yanti telah mengocok penisku. Saya makin bernafsu untuk mainkan vaginanya yang makin menantang saja, tercium wangi yang ciri khas pada seputar vaginanya yang sangatlah saya gemari sekali pada wanita, serta clitorisnya hingga memerah serta kuhisap yang telah keluar untuk ke-2 kalinya. 





Mendadak saya kaget waktu saya lihat mengarah pintu yang tidak demikian rapat ditutupnya serta saya makin kaget waktu nyatanya teman-temannya telah lihat semuanya permainan yang tengah kami kerjakan. Satu diantara dia celetuk, 





“Yan main kok tidak ngajak-ngajak sich kita kan juga ingin, ” 





Serta nyatanya sesudah saya kenali namanya Yeni (24), tampa diduga mereka segera buka pakaian serta celana mereka serta saat itu juga mereka telah kondisi bugil. Saya makin kewalahan karena terserang dari beragam arah. Saya mulai masukkan penisku ke vagina Yanti, meskipun pertama-tama merasa sempit sekali jadi saya agak kesusahan memasukannya serta sesudah sejumlah lama saya berupaya, pada akhirnya saya bisa masuk 1/2 serta Yanti menjerit menahan sakit yang tidak ada tara. Tanpa ada saya sangka nyatanya ada sedikit darah mengalir di seputar vaginanya, nyatanya dia masih tetap perawan batinku. Yanti semakin mengejang sembari mendesis seperti ular, sedang Yeni yang tidak kalah montok dan payuadarannya terbesar daripada Yanti. 





Yanti juga mainkan puntingnya Dewi (24, 38), sedang Ati (25, 36b) mainkan vaginanya Dewi. Mereka sama-sama mendesah bikin situasi makin panas saja. Saya sendiri makin cepat mainkan penisku, desahan Yanti juga makin kencang saja berbarengan dengan kecepatan goyanganku yang makin cepat serta Yanti makin nikmati permainanku serta dia juga makin menyeimbangi permainanku. 





“Aaahh enak Jok, selalu Jok, lebih dalam lagi Jok, ” celotehnya saya makin cepat serta waktu itu juga tubuh dia mulai mengejang bertanda dia ingin orgasme. Tidak berapakah lama dia, “Jok saya ingiin keluar” serta waktu itu juga keluarlah cairan yang ke-3 kalinya dengan sangat banyak serta Yanti tampak lemas serta segera tergeletak disampingku, namun penisku masih tetap tegak seperti ingin menantang kesenangan. 





Yeni juga segera ambil penisku yang masih tetap tegak itu ke vaginanya nyatanya sama sempitnya dengan Yanti, saya sedikit kaget karena ada sedikit darah mengalir dari vaginanya serta nyatanya Yeni juga masih tetap perawan juga batinku, perlahan-lahan kugoyang penisku, maju mundur, serta makin keras saya mengenjotnya serta jeritanya panjang serta saat itu juga badannya mulai mengejang yang bermakna dia ingin orgasme, saya juga makin percepat pergerakan penisku serta Yeni juga menjerit panjang, 





“Jok.. Saya keeluuar aahh” serta saat itu juga dia rubuh disampingku sedang saya belum juga hingga puncaknya. 





Saya capai tangannya Dewi serta segera saya mainkan vaginanya dengan lidahku serta selalu saya mainkan hingga diapun mendesah dengan keras. Sedang Ati mainkan puyudara Dewi yang telah mengeras. Saya juga mulai masukkan penisku ke vagina Dewi yang nyatanya sempit juga namun untung vaginanya telah basah jadi tidaklah terlalu susah. Serta waktu baru masuk 1/2 ada darah yang mengalir pada vaginanya dalam batin nyatanya semua masih tetap pada perawan dalam batinku, perlahan-lahan kugoyang penisku maju mundur membuat angka 8, rintihan kesakitan beralih jadi desahan kesenangan. 





Sedang Ati menjilati payudara Dewi dengan nafsunya serta sekali-kali Ati mencium bibirku dengan garangnya, waktu kau ada di atas Dewi, kujilati payudaranya yang memerah serta Dewi tidak dapat menjerit karena bibirnya telah disumpel dengan mulutnya Ati yang dari yang tadi telah mencium bibirnya Dewi dengan garang serta terlihat telah bernafsu itu. 





Saya mulai menekannya dengan nafsu serta pastinya dann pastinya penisku masih tetap ada di dalam vaginanya Dewi yang sangatlah nikmat itu. 





“Ooohh sangat nikmat rasanya”, dia menjerit “Ssshh”, seperti ular yang tengah mendekati mangsanya. Serta kupercepat lagi goyanganku serta makin cepat saya mengocoknya makin keras dia menjerit kesenangan serta saat itu juga, 





“Aaahh saya ingin keeluuarr Jok, kau juga ingin keluar, kita keluarin bareng saja yaa, aahh” 





Crot.. Crot.. Crot hampir berbarengan, demikian enaknya permain malam hari ini serta akupun segera tertidur lemas karena telah bermain dengan tiga wanita sekaligus juga, sesudah 3 jam saya tertidur saya rasakan ada yang mengemut penisku dengan lebutnya serta sesudah saya buka mataku nyatanya Ati yang belumlah mendapat jatahnya. Segera kucium bibirnya denga bernafsu serta dia langung memohon saya untuk masukkan penisku ke vaginanya yang nyatanya telah banjir dari yang tadi. Saya berusaha untuk mainkan vaginanya serta tanpa ada kuduga nyatanya Ati sudah mencapai penisku serta segera membimbingku masuk vaginanya. 





Sewaktu menyentuh bibir vaginanya dia mengerang kesenangan serta akupun segera memasukkan serta nyatanya tidak demikian sempit dibanding dengan tiga temannya serta tanpa ada banyak kendala saya mulai menggenjot secara cepat serta merasa sekali ada yang merasa yang berdenyut-denyut di vaginanya yang bermakna mengisyaratkan dia ingin orgasme serta saya makin percepat goyanganku serta saat itu juga. 





“Aaahh Jok, saya ingin keeluuaarr sstt” 





Keluarlah cairan yang sangatlah banyak itu serta dia segera lemas serta nyatanya mereka berempat segera bangun serta segera memburu saya dengan sangatlah garangnya, serta waktu itu jam 05. 30 pagi, kami berlima mandi bareng serta sewaktu mandipun kami masih tetap sudah sempat bermain meskipun cuma sesaat karena saatnya tidak sangat mungkin untuk bermain lama. 





“Makasih yaa Jok, kamu memanglah hebat meskipun badan kamu tidak gemuk (kurus), namun stamina kamu kuat sekali, saya jadi ingin sekali mengulangnya. ” 


Artikel Terkait

Seks Janda Yuli telah mengocok penisku tiga Lawan Satu
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email