Rabu

Cerita Sex TTM Oral sex Janda Eisha Dalam posisi doggie style

Cerita Sex TTM Oral sex Janda Eisha Dalam posisi doggie style Oral Sex Nyatanya banyak pria yang sangatlah suka pada oral sex daripada lakukan jalinan tubuh, terutama waktu suami baru pulang kerja, banyak daya yang telah terkuras, jadi pekerjaan istri memberi service pada suami lewat cara suami tidaklah terlalu banyak lakukan pergerakan, tetapi istri lakukan pergerakan bergairah supaya suami bisa terasangsang serta akan hilang rasa capek nya bila telah terpuaskan, yakinkan istri dapat lakukan blow job yang hebat supaya suami memberi animo pada istri. 

Cerita Sex TTM Oralsex Janda Eisha Dalam posisi doggie style


Memberi Obat Kuat 
bagaimanakah merangsang suami anda supaya bergairah diatas ranjang sisi paling akhir adalah dengan memberi suami obat kuat spesial yang dibikin berbahan herbal, kenapa harus dikasihkan obat kuat? Pertama waktu pulang dari kerja, stamina suami banya menyusut dengan penting dengan pertolongan obat kuat bisa tingkatkan kemblai stamin hingga suami semakin lebih terangsang serta hilang rasa capek nya.


Siang itu pertemuanku dengan client makan waktu lebih cepat dari perkiraan. Jam masih tetap tunjukkan jam 11. 00, sangat hingga kantor cocok jam istirahat serta tentu sdh sepi, pada makan siang di luar kantor… mmm… kubelokkan mobilku, serta kutuju satu arah pasti… kantor Tari istriku… Istriku seseorang wiraswasta, berkantor di daerah Tomang. 





“Eee… mas Tommy, tumben nampak siang-siang begini…? ”Dina sekretaris Tari menyambutku… 





“Sepi sangat..? telah pada istirahat..? ”sahutku sembari mengambil langkah masuk kantor yang terlihat sepi. 





“Mmm… Tari ke customer sama pak Darmo, Liliek serta Tarjo nganterin barang serta tuturnya Tari sekalipun meeting dengan customer… sukri lagi Dina suruh beli makan siang, tunggulah saja mas diruangan Tari.. ”celoteh Dina yang jalan di depanku menunjukkan pantatnya yang montok bergoyang selaras dengan langkah kakinya… Saya masuk ke ruang Tari, kujatuhkan pantatku ke kursi direktur yang empuk… 





Dalam hati saya mengutuk habis-habisan, atas kesialanku hari ini… justru sampai di sini, ketemu ama Dina… oh ya Dina sebetulnya ialah teman dekat Tari waktu kuliah, janda beranak 2 ini di ajak kerja istriku sesudah satu tahun menjanda… orangnya cantik, ramah… hanya menjadi lelaki saya kurang suka pada karakternya… terpenting dandanannya yang tetap terlihat menor, dengan tubuhnya yang montok… tetenya gede sepadan dengan pantatnya yg juga gede, pokoknya bukanlah tipe wanita yg kusukai serta menurutku kulitnya sangat putih… jadi terlihat kaya orang sakit-sakitan… meskipun kata Tari, Dina orangnya sangatlah cekatan serta sangatlah suka kerja dengan kata lain rajin… Kubuka laptopku serta kunyalakan… kucari-cari file yang kurang lebih dapat menemaniku disini… dibanding saya hrs bercakap sama Dina, yang menurutku bukanlah teman bercakap yang asyik… wow… di kantong tas laptopku terselip suatu CD… wiih DVD bokep mempunyai Rudy ketinggal disini… lumayan juga buat ngabisin waktuku nungguin Tari…. Mmmm Asia Carera… lumayan membuat ngaceng juga sesudah kurang lebih 1/2 jam lihat tindakan sex Asia Carera melawan tindakan kasar Rocco Sifredi… 





“Ooo.. ooo.. mas Tommy nonton apa tuuuh… sorry mas Tommy ingin minum apa..? panas, dingin… hi.. hi.. tentu saat ini lagi panas dingin kan..? ”suara Dina seperti nada petir disiang bolong… dengan suara menggodaku… 





“Ah kamu membuat kaget aja… ngg… dingin bisa deh… mm gak ngrepotin neeh..? ”sahutku sembari melakukan perbaikan posisiku yang nyatanya dari arah pintu, monitor laptopku keliatan banget… sial lagiiii…. aahh waktu bodo laahh… toh Dina bukanlah anak kecil.. Dina masuk ruang lagi sembari membawa 2 gelas es jeruk.. 





“Mas Tommy bisa dong Dina ikut-ikutan nonton… mumpung lagi istirahat… kayanya yang tadi ada Rocco sifredi yak..? ”kata Dina sembari cengar cengir bandel.. 





“ha… kamu tau Rocco Sifredi juga..? ”tanyaku spontan… agak kaget juga, nyatanya wanita yang mendadak sekarang jadi terlihat menggairahkan sekali di mataku, tau nama bintang film top bokep Rocco Sifredi… 





“Woo bintang yang paling disayangi Dina tuuuh.. ”sahut Dina yang berdiri di belakang kursiku… 





“Kamu kerap nonton bokep..? ”tanyaku agak heran karena Dina sesudah menjanda tinggal dg orang tuanya serta tempat tinggalnya setahuku ditempati banyak orang… 





“Iya… namun dulu… waktu masih tetap sama “begajul”itu.. ”sahut Dina mudah serta membuatku ketawa geli dengar Dina menyebutkan bekas suaminya yang kabur sama wanita lain… Situasi hening… namun tidak bisa dielakkan serta disembunyikan nafas kami berdua sdh tidak teratur, bahkan juga sekian kali kudengar Dina menghela nafas panjang… keunikan wanita yang akan mengendorkan syaraf birahinya yang terlalu tegang… serta sekian kali kudengar desisan lembut, seperti luapan ekspresi… yang kuartikan Dina telah larut dalam tindakan beberapa bintang bokep di monitor monitor… Sesaat keadaanku tidak jauh beda.. celanaku merasa menyempit… tekanan batang kemaluanku di selangkangan yang mengeras mulai sejak 1/2 jam waktu lalu, mulai menyiksaku… dalam keadaan semacam ini umumnya, saya lakukan masturbasi ditempat.. Namun kesempatan ini masak masturbasi dimuka Dina..? ampuuuunn siaal lagiii..! 





“Din.. kamu senang Rocco Sifredi..? memanglah senang apanya..? ”tanyaku mengawali komunikasi dengan Dina yang desah napasnya semakin memburu tidak teratur serta kadang-kadang kudengar remasan tangannya seakan gemas pada busa sandaran kursi yang kududuki… 





“Mmm… hhh.. apanya yak..? iih… mas Tommy nanyanya… sok gak tau.. ”sahut Dina sembari mencubit pundakku… tak tahu siapa yang membimbing tanganku untuk menangkap tangan Dina yang tengah mencubit… mmm… Dina membiarkan tanganku menangkap tangannya… 





“Kamu gak cape, berdiri terus… duduk sini deh..? ”kataku sembari masih menggenggam tangan Dina, kugeser pantatku memberikan tempat untuk dia, namun nyatanya kursi itu sangat kecil untuk duduk berdua, terutama untuk ukuran pantat Dina yang memanglah gede… 





“Pantat Dina kegedean sich mas…”kata Dina sembari matanya melempar kerling aneh, yang bikin darahku berdesir hebat, pada akhirnya Dina menjatuhkan pantatnya di sandaran tangan.. oooww… saya ditempatkan pada paha mulus yang bertumpangan nampak dari belahan samping rok mininya serta tak tahu mulai sejak kapan kulit putih ini jadi demikian menggairahkan dimataku..? Kembali perhatian kami tercurah pada tindakan sex dilayar laptop… kadang-kadang remasan gemas tangan lembutnya pada telapak tanganku merasa hangat… di mana tangan kami masih tetap sama-sama menggenggam… serta menumpang di atas paha mulus Dina… 





“Iiih Gila… Dina telah lama tidak nonton yang berikut.. ”kata Dina mendesah perlahan seakan bicara sendiri.. memvisualisasikan kegelisahan serta kebimbangan jiwanya… 





“kalo merasakan..? ”tanyaku menyahut desahannya tadi… 





“Apalagi…”jawabnya pendek juga lirih sembari matanya menatapku dengan tatapan jalang… yang dapat kuartikan menjadi tantangan, undangan atau suatu kepasrahan, kutarik lembut tangannya serta dibarengi badan montoknya… sekarang pantat montok Dina datang empuk di pangkuanku sedang tanganku melingkar di pinggangnya yang nyatanya cukup ramping tidak berlemak… Iblis serta setan neraka bersorak sorai menemani pertemuan bibir kami yang lalu sama-sama mengulum serta tidak lama lidah kami sama-sama belit di rongga mulut… mmm… tangan Dina melingkar erat di leherku dengan gemetaran… kulayani serangan panas janda cantik berusia 32 th. ini… seakan ingin memuaskan dahaga serta rindu dendamnya melalui tindakan ciuman panasnya… Tanganku memanglah dari dahulu terampil mainkan peranan bila ditempatkan dengan badan wanita… menelusup ke balik blazer hitam yang dipakai Dina serta selalu menelusup hingga menyentuh kulit tubuhnya… sentuhan pertamaku pada kulit tubuhnya bikin Dina menggeliat resah serta menggerang gemas… rangkulan tangannya makin erat di leherku sesaat ciuman bibirnya juga makin menggila mengecupi serta mengulumi bibirku… tanganku mulai merambah bukit dadanya yang memanglah mengagumkan montok, yang pasti di atas cup B… karena buah dada Tari istriku yang ber bra 36B jauh tidak semontok buah dada Dina… Mendadak Dina meronta keras, waktu tanganku meremas lembut buah dadanya yang mengeras disebabkan terangsang birahi tinggi…. 





“Ooohh… mas Tommy suudaah mas… hhh.. hhh… janganlah mas, Dina gak ingin menyakiti Tari…hh… ooohh.. ”kalimat di antara desah nafas birahi ini tidak kuhiraukan serta rontaan kerasnya tidak bermakna banyak buatku… tanganku yang melingkar di pinggangnya tidak gampang utk dilepaskannya… 





“Ada apa dengan Tari..? gak akan ada yang terasa disakiti atau menyakiti sampai kini jadi rahasia… mari sayang waktu kita tidak banyak… nikmatilah apa yang kamu ingin nikmati…”bisikku lembut di sela-sela tindakan bibir serta lidahku di leher tahap berkulit bersih punya janda cantik bertubuh montok ini… 





“Ampuuun mas, oooww… Dina gak tahaaan… hh.. hh… ssshhh…”rengek Dina memelas yang tidak dapat membendung gelegak birahi yang mendobrak hebat pertahanannya… Blazer hitam yang dipakai Dina telah teronggok di bawah kursi putar yang kami pakai menjadi arena pergulatan… di balik blazer hitam, badan montok berkulit putih mulus itu cuma kenakan penutup jenis kemben memiliki bahan kaos, hingga dari dada sisi atas hingga leher terbuka nyata… bergetar syahwatku melihat panorama ini… buah dadanya yang montok dengan kulit putih bersih, mulus sekali hingga urat-urat halus berwarna kebiruan terlihat dipermukaan.. buah dada montok yang tengah meregang nafsu birahi itu terlihat mengeras, menunjukkan lembah yang dalam di tengahnya… terlihat bergerak turun naik selaras dengan nafas birahinya yang mendengus-dengus tidak beraturan… iihh menggemaskan sekali.. woow.. bukanlah main..! demikian tabir memiliki bahan kaos warna orange itu kupelorotkan ke bawah.. nampaklah keindahan yang mengagumkan dari sepasang bukit payudara yang asli montok serta sangatlah mengkal, cuma tertutup bra mini tanpa ada tali, sewarna dengan kulit mulusnya… 





“Oooohh.. maaasss..? ”desahnya lirih waktu tabir paling akhir penutup payudaranya tinggalkan tempatnya serta dengan refleks Dina menyilangkan ke-2 tangannya dimuka dadanya, namun dimataku, adegan itu sangatlah sensual.. terutama dengan ekspresi berwajah yang cantik sebagian tertutup rambutnya yang agak acak-acakan… matanya yang bereye shadow gelap menatapku dengan arti yang susah ditebak… 





“Mas.. janggaaan teruskan… Dina takuut Tari datang…hhh… hhh… “bisiknya dengan nada tanpa ada ekspresi… namun saya sdh tidak dapat memperhitungkan semua kemungkinan yg peluang muncul… lembah payudara Dina yang dalam itu yang sekarang menggodaku… jadi kubenamkan wajahku ke dalamnya… lidahku terjulur melecuti permukaan kulit halus beraroma minyak wangi mahal… kontan badan bahenol di pangkuanku itu menggelepar liar, spt ikan kehilangan air, ditambah amukan janggut serta kumisku yang sdh 2 hari tidak tersentuh pisau cukur… 





“Ampuuuunnn maaass…. iiiihhh… gellliii aaahh… mmm…ssssshhh.. ooohh…”rengek serta rintihannya menemani geliat badan indah itu… wooow jemari lentiknya mulai mencari-cari…. serta menemukannya di selangkanganku… bonggolan besar yang menggembungkan celanaku diremas-remas dengan gemas… sesaat saya tengah mengulum serta mainkan lidahku di puting susunya yang telah menonjol keras berwarna coklat hangus… tanganku menggerayang masuk dalam rok mininya yg makin terangkat naik kudapatkan selangkangan yang tertutup celana dalam putih serta kurasakan di bagian spesifik telah basah kuyub, Dina tidak menampik waktu celana dalam itu kulolosi serta kulempar tak tahu jatuh dimana… Dina mengerang keras dengan mata membelalak, pada saat jariku membelah bibir vaginanya yang sangatlah basah hingga ke rambut kemaluannya yang rimbun… bibir cantik yang telah kehilangan warna lipsticknya itu gemetaran seperti orang kedinginan… terdengar derit retsluiting.. nyatanya jemari lentik Dina buka celanaku serta menelusup masuk dalam celana kerjaku… kulihat matanya berbinar serta mulutnya mendesis seakan gemas, waktu tangannya sukses menggenggam batang kemaluanku… tidak lama kemudian batang kemaluanku telah mengacung-acung galak di sela bukaan retsluiting celanaku dalam genggaman tangan berjari lentik punya Dina… semakin lebar saja mata Dina yang memandang jalang ke batang kemaluanku yang tengah dikocok-kocoknya lembut… 





“Aaaah… mass Tommyy… tidak mungkin Dina mampu menampik yang seperti ini… hhhh…. ssss…. sssshhh… kerjakan mas.. oohhh… toloong membuat Dina lupa semuanya mas… Dina gak tahhaan…”kalimatnya mendesis bernada penuh kepasrahan, tetapi matanya menatapku penuh tantangan serta ajakan… Kurebahkan badan montok Dina di meja kerja Tari yang lebar sesudah kusisihkan sejumlah kertas file serta gelas minum tadi di taruh Dina di atas meja itu…. sesaat laptopku masih tetap terbuka serta adegan sex dilayar monitornya, sesaat jari tengahku tidak berhenti keluar masuk di liang sanggama Dina yang sangatlah becek… mungkin saja benar kata orang, cewek yang berkulit putih condong lebih basah liang sanggamanya… seperti Dina, cairan liang sanggamanya yang licin kurasakan sangat banyak hingga ada tetesan yang jatuh diatas meja…. Dina telah mengangkangkan kakinya lebar-lebar menyongsong tubuhku yang masuk di antara kangkangan pahanya, saya berdiri menghadap pinggir meja, di mana selangkangan Dina tergelar… badan Dina kembali menggeliat erotis dibarengi erangan seraknya waktu palkonku mengoles-oles belahan vaginanya, kadang-kadang kugesek-gesekan ke clitorisnya yang membengkak keras sebesar kacang tanah yang kecil.. bukit vaginanya yang diselimuti rimbunnya rambut kemaluan yang tercukur rapi… 





“Ayoooo maasss… kerjakan sekaraaang… Dina gak tahaaann…hh.. hhh… “rengek Dina memelas. Bibir cantik itu menganga tidak bersuara, mata bereye shadow gelap itu membelalak lebar dengan alis berkerinyit gelisah, waktu palkonku membelah bibir vaginanya serta merentang mulut liang sanggamanya… kurasakan palkonku kesusahan tembus mulut liang sanggama Dina yang telah berlendir licin… Badan Dina meregang hebat disertai erangan keras, pada saat palkonku memaksa otot liang sanggama Dina merentang lebih lebar… ke-2 tangannya mencengkeram keras lenganku… pada saat pelan-pelan namun tentu batang kemaluanku menggelosor masuk liang sanggama yang merasa menggigit erat benda asing yang memasukinya… baru tiga perempat masuk batang kemaluanku, palkonnya telah menabrak mentok basic liang sanggama sempit itu, kembali badan montok Dina menggeliat rasakan sodokan mantap pada ujung leher rahimnya…. Sepasang kaki Dina membelit erat pinggangku hingga menahan gerakku… bibir cantik yang gemetaran itu terlihat tersenyum dengan mata berbinar aneh… 


“Mas Tommy… tau kenapa Dina suka Rocco Sifredi..?”bisik Dina dengan tatapan mata mesra… kujawab dengan gelengan kepalaku…


“Perih-perih nikmat… kaya sekarang ini… Dina pingin disetubuhi Rocco Sifredi… ayoo mas.. beri Dina kenikmatan yang indah…”bisik Dina sambil mengerling penuh arti, belitan kaki di pinggangku dilonggarkan, pertanda aku boleh mulai mengayun batang kemaluanku memompa liang sanggamanya…. Kembali suara erangan dan rintihan Dina mengalun sensual mengiringi ayunan batang kemaluanku yang pelan dan kalem keluar masuk liang sanggama yang kurasakan sangat menggigit saking sempitnya, walaupun produksi lendir pelicin vagina wanita bertubuh montok ini luar biasa banyaknya, sampai berlelehan ke meja kerja yang jadi alas tubuhnya..


“Punya kamu sempit banget Din… aku seperti menyetubuhi perawan…”Bisikan mesraku tampak membuat janda beranak dua itu berbunga hatinya.. wajahnya tampak berseri bangga….


“Punya mas Tommy aja yang kegedean… kaya punya Rocco Sifredi… Dina suka sama yang begini… gemesssiiin… hhh… hhhoohhh… mmmaasss…”belum selesai kalimat Dina, kupercepat ayunan pinggulku.. membuat mata Dina kembali membelalak, bibirnya meringis memperlihatkan gigi indah yang beradu, mengeluarkan desis panjang….


“Teeruuuss maaasss… ammppuunn… nikkmaaat bukan main.. oooohhh… aaaaaahhh… eeeenngghh..”ceracaunya dengan suara setengah berbisik… sesaat kemudian aku merasakan serangan balasan Dina… Dengan gemulai janda cantik ini memutar pinggulnya, pinggangnya yang ramping bergerak menjadi engsel… Luar biasa nikmat yang kurasakan di siang tengah hari bolong itu… Suara berdecakan yang semakin keras di selangkangan kami menandakan semakin banjirnya lendir persetubuhan dari liang sanggama Dina… Wajah cantik Dina semakin gelisah… mulutnya komat-kamit seolah ingin mengatakan sesuatu tapi tak ada suara yang keluar, hanya desah dan erangannya yang keluar… alisnya yang runcing semakin berkerut… apalagi matanya yang kadang membelalak lebar kadang menatapku dengan sorot mata gemas…


“Oooooouuuuwww..!! mmmaaaaassssss…. Diii..naa ga tahaann…. mmmmmhhh…!!”Kegelisahan dan keresahannya berujung pada rengekan panjang seperti orang menangis dibarengi dengan pinggul yang diangkat didesakan ke arahku bergerak-gerak liar… Aku tanggap dengan situasi wanita yang dihajar nikmatnya orgasme… segera kuayun batang kemaluanku menembus liang sanggama Dina sedalam-dalamnya dengan kecepatan dan tenaga yang kutambah… akibatnya tubuh Dina semakin liar menggelepar di atas meja kerja Tari… kepalanya digeleng-gelengkan dengan keras ke kanan dan ke kiri sehingga rambutnya semakin riap-riapan di wajahny


“Ammmpppuuunnn…. oooohhh… nnnggghhh…. niikmmmaattnya…. hhoooo….”suara Dina seperti menangis pilu… Ya ammmpppuunn…. kurasakan nikmat bukan main.. dinding liang sanggama wanita yang tengah diamuk badai orgasme itu seakan mengkerut lembut menjepit erat batang kemaluanku, kemudian mengembang lagi… enam atau tujuh kali berulang… membuatku sejenak menghentikan ayunan kontolku, pada posisi di kedalaman yg paling dalam pada liang sanggama Dina… Tubuh Dina tergolek lunglai… nafasnya tersengal-sengal, tampak dari gerakan dada montoknya yang naik turun tak beraturan… wajahnya yang miring ke samping kanan tampak kulitnya berkilat basah oleh keringat birahinya, sementara mata ber eyeshadow tebal itu tampak terpejam spt orang tidur… rambut panjang yang dicat blondie tampak kusut, awut-awutan menutupi sebagian wajah cantiknya…. Kira-kira setelah dua menit batang kemaluanku mengeram tak bergerak di liang sanggama yang semakin becek… dengan gerakan lembut kembali kugerakkan pinggulku mengantarkan sodokan keliang sanggama Dina… Tubuh montok itu kembali menggeliat lemah sambil mulutnya mendesis panjang… Dina membuka matanya yang kini tampak sayu…


“Ssssshh… mmm… luar biasa….”desah Dina sambil tersenyum manis. Kedua tangannya meraih leherku dan menarik ke arah tubuhnya. Tubuhku kini menelungkupi tubuh montok Dina, Dina memeluk tubuhku erat sekali sehingga bukit payudaranya tergencet erat oleh dada bidangku seolah balon gas mau meletus, tak hanya itu sepasang pahanya dilingkarkan di pinggangku dan saling dikaitkan di belakang tubuhku… Woooww… leherku disosotnya dengan laparnya… jilatan dan kecupan nakal bertubi-tubi menghajar leher dan daun telingaku… terdengar dengus nafasnya sangat merangsangku… aku dibuat mengerang oleh aksinya… “Ayo sayang, tuntaskan hasratmu… Dina boleh lagi enggak?”bisiknya manja sambil bibirnya mengulum nakal daun telingaku. Kurasakan pantat montok Dina bergerak gemulai, membesut hebat batang kemaluanku yang terjepit di liang sanggamanya, sejenak kunikmati besutan dan pelintiran nikmat itu tanpa balasan.. karena kuhentikan ayunan kontolku…


“Kamu ingin berapa kali..?”sahutku berbisik tapi sambil mengayunkan batang kemaluanku dalam sekali.. “Eeeeehhhhh…hhh…! sampe pingsan Dina juga mauuuuuhh…hhhh…!”jawabnya sambil terhentak-hentak akibat rojokanku yang kuat dan cepat…Aku mengakui kelihaian janda 2 anak ini dalam berolah sanggama, kelihaiannya memainkan kontraksi otot-otot perutnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa pada batang kemaluan yang terjebak di liang sanggamanya yang becek… tehnik-tehnik bercintanya memang benar-benar canggih… Tari istriku wajib berguru pada Dina, pikirku…Tapi rupanya Dina tak mampu berbuat banyak menghadapi permainanku yang galak dan liar… Setelah pencapaian orgasmenya yang ke tiga… Wajah Dina semakin pucat, walaupun semangat tempurnya msh besar…


“Ooooww… my God… ayo sayaaang… Dina masih kuat…”desisnya berulang-ulang… sambil sesekali pantatnya menggeol liar, mencoba memberikan counter attack… Aku tak ingin memperpanjang waktu, walau sebenarnya masih blm ingin mengakhiri, tapi waktu yang berbicara… hampir 2 jam aku dan Dina berrpacu birahi diatas meja kerja Tari. Aku mulai berkonsentrasi untuk pencapaian akhirku… aku tak peduli erangan dan rintihan Dina yang memilukan akibat rojokanku yang menghebat


“Ooohkk.. hhookkhh.. ooww.. sayaaang… keluarkan.. di… di.. mulutkuuu yakkkhh..hhkk..”Sebagai wanita yg berpengalaman Dina tahu gelagat ini… diapun mempergencar counter attacknya dengan goyang dan geolnya yang gemulai… kuku jarinya yang panjang menggelitiki dada bidangku… dan… aku mengeram panjang sebelum mencabut batang kemaluanku dari liang becek di tengah selangkangan Dina… dan dengan lincah Dina mengatur posisinya sehingga kepalanya menggantung terbalik keluar dari meja, tepat didepan palkonku yang sedang mengembang siap menyemburkan cairan kental sewarna susu… Dina mengangakan mulutnya lebar-lebar dan lidahnya terjulur menggapai ujung palkonku… Hwwwoooohhh…!!!!! ledakan pertama mengantarkan semburatnya spermaku menyembur lidah dan rongga mulutnya… aku sendiri tidak menyangka kalo sebegitu banyak spermaku yang tumpah…. bahkan sebelum semburan berakhir dengan tidak sabar batang kemaluanku disambar dan dikoloh dan disedot habis-habisan….


Dina duduk diatas meja sambil merapikan rambut blondienya yang kusut, sementara aku ngejoprak di kursi putar…..


“Wajah kamu alim ternyata mengerikan kalo sedang ML mas…?”celetuk Dina sambil menatapku dengan pandangan gemas dengan senyum-senyum jalang.


“Siang ini aku ketemu singa betina kelaparan…”sahutku letoy.


“Salah mas, yang bener kehausan… peju mas Tommy bikin badanku terasa segar…ha.. ha..ha..”sambut Dina sambil ketawa ngakak


“Waaakks… mati aku… mas, Tari dateng tuuuhh…!”Tiba-tiba Dina loncat turun dari meja dengan wajah pucat, buru-buru merapikan pakaian sekenanya dan langsung cabut keluar ruangan… akupun segera melakukan tindakan yg sama… waaah di atas sepatuku ada onggokan kain putih ternyata celana dalam… pasti milik Dina, segera kusambar masuk ke tas laptop… dan aku segera masuk ke kamar mandi yg ada di ruang kerja Tari….


“Yaaang… chayaaang…. bukain doong…”suara Tari sambil mengetok pintu kamar mandi…


“Hei.. bentar sayang… dari mana aja..?”sahutku setengah gugup dari dalam kamar mandi. Ketika pintu kubuka Tari langsung menerobos masuk… busyeet… Tari menubrukku dan aku dipepetin ke wastafel… aku makin gugup…


“Sssshhhh… untung kamu dateng say… ga tau mendadak aja, tadi dijalan Tari horny berat…”tanpa basa basi lagi celanaku dibongkarnya dan setelah batang kemaluanku yang masih loyo itu di dapatnya, segera istriku ini berlutut dan melakukan oral sex…. meski agak lama, tapi berhasil juga kecanggihan oral sex Tari istriku membangunkan kejantananku yang baru mo istirahat… tanpa membuka pakaiannya Tari langsung membelakangiku sambil menyingkap rok kerjanya sampai ke pinggang, pantat Tari kalah montok dibanding Dina, namun bentuknya yang bulat, mengkal sangat seksi di mataku… sesaat kemudian CD G-String dan stocking Tari sdh lolos dari tempatnya…


“C’ mon darling…. hajar liang cinta Tari dari belakang…”dengan suara dengus nafas penuh birahi Tari mengangkangkan kakinya sambil menunggingkan pantatnya… Memang istriku akhir-akhir ini sangat menyukai gaya doggie style…”lebih menyengat”katanya… sesaat kemudian kembali batang kemaluanku beraksi di liang sanggama wanita yang berbeda… Dalam posisi doggie style, Tari memang lihay memainkan goyang pantatnya yang bulat secara variatif… dan apalagi aku sangat suka melihat goyangan pantat seksi Tari, membuat aku semakin semangat menghajar liang sanggama Tari yang tak sebecek Dina… Untungnya Tari adalah type wanita yang cepat dan mudah mencapai puncak orgasme.. nggak sampai 10 menit kemudian Tari mulai mengeluarkan erangan-erangan panjang… aku hafal itu tanda-tanda bahwa istriku menjelang di puncak orgasme, maka segera kurengkuh pinggangnya dan kupercepat rojokan batang kemaluanku menghajar liang sanggama Tari tanpa ampun…


“Tommm… Tommmy… gilaaa… aaahkk… niiikkmaaatt bangeeett…!!!”jeritan kecil Tari itu dibarengi dengan tubuh sintal Tari yang gemetaran hebat…pantat seksinya menggeol-geol liar menimbulkan rasa nikmat luar biasa pada batang kemaluanku yang terjepit di liang sanggamanya… aku tak menahan lagi semburatnya spermaku yang kedua utk hari ini…


“Ma kasih Tommy chayaang…”kata Tari sesaat kemudian sambil mendaratkan kecupan mesra dibibirku.. Setelah membersihkan sisa-sisa persetubuhan, aku pamit untuk kembali ke kantor, sementara Tari masih berendam di bath up…. Dina sudah duduk rapi di mejanya ketika aku keluar dari ruangan Tari, kudekati dia…


“Ssshh… nggak takut masuk angin, bawahnya ga ditutup..?”bisikku sambil kuselipkan celana dalam putih Dina kelaci mejanya… mata Dina melotot dengan mimik lucu…


“Ronde kedua niih yee..?”celetuknya nakal setelah tahu Tari tak ikut keluar dari ruangan….


Aku melenggang memasuki mobilku, sambil memikirkan follow up ke Dina….. yang ternyata sangat menggairahkan…

Artikel Terkait

Cerita Sex TTM Oral sex Janda Eisha Dalam posisi doggie style
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email