Rabu

Cerita Sex Panas Tante Meri Nafsuku mencapai puncak Digoyang Bule Auch keluar nich

Cerita Sex Panas Tante Meri  Nafsuku mencapai puncak Digoyang Bule Auch keluar nich Dalam suatu jalinan seksual pada suami istri, baiknya tidak merahasiakan beberapa hal kecil yang cukup terpenting menjadi pemuas aktivitas seksual. Menjadi contoh, sebaiknya kadang-kadang pasangan mengatakan beberapa kata kotor menjadi pelampiasan kenikmatan kegiatan mereka. Hal tersebut adalah suatu langkah memuaskan suami yang sering dipandang tidak terpenting oleh pihak wanita. 

Cerita Sex Panas Tante Meri  Nafsuku mencapai puncak Digoyang Bule Auch keluar nich



Sebagian orang memandang hal tersebut menjadi hal yang kurang sopan untuk dikerjakan. Tetapi, yang perlu diingat ialah jalinan pada suami istri. Suami serta istri ialah dua buah pribadi yang sangatlah dekat, hingga semestinya tak ada rahasia lagi diantara mereka. 

Salah satunya cara yang sangat populer menjadi langkah memuaskan suami yang sangatlah efisien ialah dominasi dari pihak istri. Sering seseorang istri terasa sangatlah malu untuk pimpin suatu aktivitas seksual. Walau sebenarnya, jika sang istri telah coba hal tersebut, jadi kemungkinan sang istri akan terasa sangatlah ditantang untuk memakai otaknya serta mencari hal kreatif dalam pimpin kegiatan seksual pada dia serta sang suami. Tetapi sering sang istri terasa sangatlah malu serta canggung dalam lakukan hal tersebut. 

Sebetulnya hal tersebut ialah hal lumrah yang tak perlu dipermasalahkan. Jika sang istri dapat pimpin suatu aktivitas seksual, jadi sang suami akan memberikan pujian pada sang istri, karena dia memandang istrinya sangatlah pintar dalam mencari langkah memuaskan suami. Kadang-kadang, pria terasa capek serta memerlukan service dari istrinya yang terkasih. Tetapi umumnya sang istri semakin lebih senang dilayani dibanding melayani. Hal tersebut adalah suatu kebiasaan yang memerlukan sedikit kreatifitas menjadi pelumas dalam jalinan suami serta istri.


Namaku Evita serta Suamiku Edo. Kami baru setahun menyelenggarakan perkawinan, namun belumlah ada tandanya saya hamil. Telah kucoba berdua check siapa yang mandul, namun kata dokter semua subur serta baik-baik saja. Mungkin saja karena sepanjang pacaran dahulu kami kerap ke Discotik, merokok serta sedikit mabuk. Itu kita kerjakan tiap-tiap malam minggu sepanjang tiga th., sepanjang masa pacaran berjalan. 





Suamiku seseorang sales yang hampir dua hari sekali tentu ke luar kota, bahkan juga terkadang 1 minggu diluar kota, karena rasa kasihannya terhadapku, jadi dia punya niat untuk menyekat rumahku untuk buka tempat kost supaya saya tidak terasa sendirian didalam rumah. 





Sebelumnya empat kamar itu kami kost-kan untuk cewek-cewek, ada yang mahasiswa ada juga yang karyawati. Saya sangatlah suka ada rekan untuk ngobrol-ngobrol. Tiap-tiap suamiku pulang dari luar kota, tentu dibawakan oleh-oleh supaya mereka masih suka tinggal didalam rumah kami. Namun makin lama saya terasa semakin lebih bising, sehari-hari ada yang apel hingga tengah malam, terutama malam minggu, aduh bising sekali bahkan juga saya makin iri pada mereka untuk kumpul berbarengan satu keluarga. Demikian suamiku hadir dari luar kota, saya bercerita beberapa hal yang setiap hari kualami, pada akhirnya kita putuskan untuk membubarkan tempat kost itu dengan argumen rumah ingin kita jual. Pada akhirnya mereka juga pada pamitan geser kost. 





Bln. selanjutnya kita setuju untuk ubah warna lewat cara kontrak satu kamar segera setahun spesial karyawan-karyawan dengan prasyarat satu kamar untuk satu orang jadi tidaklah terlalu pusing untuk pikirkan ramai maupun pulang malam. Terutama tempat rumah kami di tepi jalan jadi tetangga-tetangga pada cuek. Satu kamar di isi seseorang bule berbadan gede, putih serta cakep. Untuk ukuran harga kamar kami segera dikontan dua th. serta ditambah cost perawatan karena dia juga kerap pulang malam. 





Satu hari suamiku hadir dari luar kota, dia pulang membawa sebotol minuman import serta obat penambah rangsangan untuk suami istri. Suamiku ajukan pertanyaan, “Lho kok sepi-sepi saja, pada ke mana. ”“Semua pada pulang karena berlibur nasional, namun yang bule tidak, karena perusahaannya ada sedikit lembur untuk menguber target”, balasku mesra. 





Lalu suamiku ambil minumannya serta cerita-cerita enjoy di ruangan tamu, “Nich sekali-kali kita reuni seperti di diskotik”, kata suamiku, “Aku juga membawa obat kuat serta perangsang untuk pasangan suami istri, nanti kita cobalah ya.. ”Sambil sedikit senyum, kujawab, “Kangen ya.. memang hanya kamu yang kangen.. ”Lalu kamipun bercanda sembari nonton film porno. “Nich minum dahulu obatnya agar kelak seru.. ” kata suamiku. kuminum dua butir, suamiku minum empat butir. “Lho kok empat sich.. kelak over lho”, kataku manja. “Ach.. agar cepat reaksinya”, balas suamiku sembari tertawa kecil. 





Satu jam berjalan ngobrol-ngobrol enjoy di ruangan tamu sembari nonton film porno, kurasakan obat yang tadi segera bereaksi. Saya hanya kenakan pakaian putih tanpa ada BH serta CD. Kita berdua duduk di sofa sembari kaki kita ditempatkan diatas meja. Kulihat suamiku mulai terangsang, dia mulai memegang lututku meraba naik ke pahaku yang mulus, putih serta seksi. Buah dadaku yang masih tetap montok dengan putingnya yang masih tetap kecil serta merah diraihnya serta diremasnya dengan mesra, sembari menciumiku dengan lembut, perlahan suamiku buka kancing bajuku satu-satu serta sejumlah detik lalu terbukalah semuanya pelapis tubuhku. 





“Auh.. ” erangku, kuraba batang kemaluan suamiku kumainkan dengan lidah, kukulum semua, makin tegang serta besar. Dia juga menjilat klitorisku dengan gemas, menggigit-gigit kecil sampai saya lebih terangsang serta penuh gairah, mungkin saja reaksi obat yang kuminum yang tadi. Liang kewanitaanku mulai basah, serta tidak kuat saya menahannya. “Ach.. Mas masukin yuk.. cepat Mas.. telah pingin nich.. ” sembari mencari tempat yang pas saya masukkan batang kemaluannya pelan-pelan serta, “Bless.. ”, batang kemaluan suamiku masuk seolah membuka liang surgaku. “Ach.. selalu Mas.. saya kangen sekali.. ”, dengan penuh gairah tak tahu mengapa mendadak saya seperti orang kesurupan, seperti kuda liar, mutar sana mutar sini. Begitupun suamiku makin cepat gesekannya. Kakiku diangkatnya ke atas serta dikangkangkan lebar-lebar. 





Perasaanku aneh sekali, saya seolah-olah ingin sekali diperkosa sebagian orang, seolah-olah semuanya lubang yang saya mempunyai ingin sekali dimasuki batang kemaluan orang yang lain. Seperti orang hilang ingatan, goyang sana, goyang sini sembari memikirkan beberapa macam. Ini berjalan lama sekali serta kita bertahan seolah-olah tidak dapat keluar air mani. Hingga perih namun asyik sekali. Hingga kemudian saya keluar terlebih dulu, “Ach.. Mas saya keluar ya.. telah tidak tahan nich.. aduh.. aduh.. adu.. h.. keluar 3x Mas”, desahku mesra. “Aku juga ya.. nanti kamu agak perlahan goyangnya.. ach.. aduh.. keluar nich.. ” Mani kental yang hangat sangat banyak masuk ke liang kenikmatanku. Serta sekarang kita ada dalam tempat terbalik, saya yang diatas namun masih tetap menyatu dalam dekapan. 





Kucabut liang kewanitaanku dari batang kemaluan suamiku selalu kuoles-oleskan di mulut suamiku, serta suamiku menyedot semuanya mani yang berada di liang kewanitaanku hingga tetes paling akhir. Lalu kita sama-sama berpelukan serta lemas, tanpa ada diakui suamiku tidur tengkurap di karpet ruangan tamu tanpa ada baju apa pun, saya juga terlelap diatas sofa panjang dengan kaki telentang, bahkan juga film porno juga lupa dimatikan namun semua terkunci kelihatannya aman. 





Waktu subuh saya terbangun serta kaget, posisiku bugil tanpa ada sehelai benang juga namun saya sudah geser di kamar dalam, namun suamiku masih tetap di ruangan tamu. Pada akhirnya perlahan kupakai celana pendek serta kubangunkan suamiku. Pada akhirnya kami mandi berdua di kamar mandi dalam. Jam delapan pagi saya buatkan sarapan serta makan pagi bersama dengan, bercakap sesaat mengenai permainan sex yang sudah kami kerjakan yang tadi malam. Namun saya tidak ajukan pertanyaan mengenai kepindahan tempat tidurku didalam kamar, namun saya masih tetap bertanya-tanya mengapa kok saya dapat geser ke sendirian. 





Setelah itu suamiku mengajakku mengulang permaina sex seperti semalam, mungkin saja dampak obatnya belum hilang. Saya juga disuruhnya minum lagi namun saya hanya ingin minum satu kapsul saja. Belum merasa obat yang kuminum, mendadak rekan suamiku hadir mendekati karena ada pekerjaan mendadak ke luar kota yang tidak dapat dipending. Yah.. dengan sangat terpaksa suamiku pergi lagi dengan suatu pesan bila obatnya telah bereaksi kamu mesti tidur, serta saya juga menjawabnya dengan ramah serta dengan perasaan sayang. Jadi pergilah suamiku dengan perasaan senang sesudah bercinta semalaman. 





Dengan daster putih saya kembali mengatur ruangan makan, dapur serta kamar-kamar kost saya membersihkan. Namun kaget sekali waktu bersihkan kamar paling akhir kost-ku yang bersebelahan dengan kamar tidurku, nyatanya si bule itu tidur nyenyak tanpa ada baju sedikit juga hingga terlihat sekali batang kemaluan si bule yang sebesar tanganku. Namun saya mesti ambil sprei serta sarung bantal yang tergeletak kotor yang akan kucuci. 





Dengan sangatlah perlahan-lahan saya ambil cucian di dekat si bule sembari lihat batang kemaluan yang belumlah sempat kulihat dengan dekat. Nyatanya benar seperti di film-film porno jika batang kemaluan bule memanglah besar serta panjang. Sembari menelan ludah karena sangat keheranan, saya ambil cucian itu. 





Mendadak si bule itu bangun serta terperanjat saat itu juga waktu lihat saya berada di kamarnya. Segera saya seolah-olah tidak paham mesti berkata apa. “Maaf tuan saya ingin ambil cucian yang kotor”, kataku dengan sedikit grogi. “Suamimu telah pergi lagi? ” jawabnya dengan perlahan serta tentu. Dengan pertanyaan semacam itu saya sangatlah kaget. Serta kujawab, “Kenapa? ”. Sembari ambil bantal yang ditutupkan dibagian vitalnya, si bule itu berkata, “Sebelumnya saya mohon maaf karena yang tadi malam saya sangatlah lancang. Saya hadir jam dua malam, saya saksikan suamimu tidur telanjang di karpet ruangan tamu, serta kamu juga tidur telanjang di sofa ruangan tamu, dengan sangatlah penuh nafsu saya sudah lihat liang kewanitaanmu yang kecil serta merah muda, jadi saya segera memindahkan kamu ke kamar, namun mendadak muncul gairahku untuk coba kamu. Sebelumnya saya cuma menjilati liang kewanitaanmu yang penuh sperma kering dengan bau ciri khas sperma lelaki. Pada akhirnya batang kemaluanku merasa tegang sekali serta nafsuku mencapai puncak, jadi dengan beraninya saya meniduri kamu. ”

Dengan rasa kaget aku mau marah tapi memang posisi yang salah memang diriku sendiri, dan kini terjawablah sudah pertanyaan dalam benakku kenapa aku bisa pindah ke ruang kamar tidurku dan kenapa liang kewanitaanku terasa agak sakit“Trus saya.. kamu apain”, tanyaku dengan sedikit penasaran“Kutidurin kamu dengan penuh nafsu, sampai mani yang keluar pertama kutumpahkan di perut kamu, dan kutancapkan lagi batanganku ke liang kewanitaanmu sampai kira-kira setengah jam keluar lagi dan kukeluarkan di dalam liang kewanitaanmu”, jawab si bule.“Oic.. bahaya nich, ntar kalo hamil gimana nich”, tanyaku cemas.“Ya.. nggak pa-pa dong”, jawab si bule sambil menggandengku, mendekapku dan menciumku.


Kemudian dipeluknya tubuhku dalam pangkuannya sehingga sangat terasa batang kemaluannya yang besar menempel di liang kewanitaanku. “Ach.. jangan dong.. aku masih capek semalaman”, kataku tapi tetap saja dia meneruskan niatnya, aku ditidurkan di pinggir kasurnya dan diangkat kakiku hingga terlihat liang kewanitaanku yang mungil, dan dia pun mulai manjilati liang kewanitaanku dengan penuh gairah. Aku pun sudah mulai bernafsu karena pengaruh obat yang telah aku minum sewaktu ada suamiku.


“Auh.. Jhon.. good.. teruskan Jhon.. auh”. Satu buah jari terasa dimasukkan dan diputar-putar, keluar masuk, goyang kanan goyang kiri, terus jadi dua jari yang masuk, ditarik, didorong di liang kewanitaanku. Akhirnya basah juga aku, karena masih penasaran Jhon memasukkan tiga jari ke liang kewanitaanku sedangkan jari-jari tangan kirinya membantu membuka bibir surgaku. Dengan nafsunya jari ke empatnya dimasukkan pula, aku mengeliat enak. Diputar-putar hingga bibir kewanitaanku menjadi lebar dan licin. Nafsuku memuncak sewaktu jari terakhir dimasukkan pula.


“Aduh.. sakit Jhon.. jangan Jhon.. ntar sobek.. Jhon.. jangan Jhon”, desahku sambil mengeliat dan menolak perbuatannya, aku berusaha berdiri tapi tidak bisa karena tangan kirinya memegangi kaki kiriku. Dan akhirnya, “Bless..” masuk semua satu telapak tangan kanan Jhon ke dalam liang kewanitaanku, aku menjerit keras tapi Jhon tidak memperdulikan jeritanku, tangan kirinya meremas payudaraku yang montok hingga rasa sakitnya hilang. Akhirnya si bule itu tambah menggila, didorong, tarik, digoyang kanan kiri dengan jari-jarinya menggelitik daging-daging di dalamnya, dia memutar posisi jadi enam sembilan, dia menyumbat mulutku dengan batang kemaluannya hingga aku mendapatkan kenikmatan yang selama ini sangat kuharapkan.


“Auch.. Jhon punyamu terlalu panjang hingga masuk di tenggorokanku.. pelan-pelan aja”, ucapku tapi dia masih bernafsu. Tangannya masih memainkan liang kewanitaanku, jari-jarinya mengelitik di dalamnya hingga rasanya geli, enak dan agak sakit karena bulu-bulu tangannya menggesek-gesek bibir kewanitaanku yang lembut. Ini berlangsung lama sampai akhirnya aku keluar.“Jhon.. aku nggak tahan.. auch.. aouh.. aku keluar Jhon auch, aug.. keluar lagi Jhon..” desahku nikmat menahan orgasme yang kurasakan.“Aku juga mau keluar.. auh..” balasnya sambil mendesah.


Kemudian tangannya ditarik dari dalam liang kewanitaanku dan dia memutar berdiri di tepi kasur dan menarik kepalaku untuk mengulum kemaluannya yang besar. Dengan sangat kaget dan merasa takut, kulihat di depan pintu kamar ternyata suamiku datang lagi, sepertinya suamiku tidak jadi pergi dan melihat peristiwa itu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kupikir sudah ketahuan, telanjur basah, aku takut kalau aku berhenti lalu si bule tahu dan akhirnya bertengkar, tapi aku pura-pura tidak ada sesuatu hal pun, si bule tetap kukulum sambil melirik suamiku, takut kalau dia marah.


Tapi ternyata malah suamiku melepas celana dan mendekati kami berdua yang sudah tengang sekali, mungkin sudah menyaksikan kejadian ini sejak tadi. Dan akhirnya si bule kaget sekali, wajahnya pucat dan kelihatan grogi, lalu melepas alat vitalnya dari mulutku dan agak mudur sedikit. Tapi suamiku berkata, “Terusin aja nggak pa-pa kok, aku sayang sama istriku.. kalau istriku suka begini.. ya terpaksa aku juga suka.. ayo kita main bareng”. Akhirnya semua pada tersenyum merdeka, dan tanpa rasa takut sedikit pun akhirnya si bule disuruh tidur telentang, aku tidur di atas tubuh si bule, dan suamiku memasukkan alat vitalnya di anusku, yang sama sekali belum pernah kulakukan. Dengan penuh nafsu suamiku langsung memasukkan batang kemaluannya ke dalam anusku. Karena kesulitan akhirnya dia menarik sedikit tubuhku hingga batang kemaluan si bule yang sudah masuk ke liang kewanitaanku terlepas, suamiku buru-buru memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaanku yang sudah basah, di goyang beberapa kali akhirnya ikut basah, dan dicopot lagi dan dimasukkan ke anusku dan.. “Bless..”, batang kemaluan suamiku menembus mulus anusku. “Aduh.. pelan-palan Mas..”, seruku.


Kira-kira hampir setengah jam posisi seperti ini berlangsung dan akhirnya suamiku keluar duluan, duburku terasa hangat kena cairan mani suamiku, dia menggerang keenakan sambil tergeletak melihatku masih menempel ketat di atas tubuh si bule. Akhirnya si bule pun pindah atas dan memompaku lebih cepat dan aku pun mengerang keenakan dan sedikit sakit karena mentok, kupegang batang kemaluan si bule yang keluar masuk liang kewanitaanku, ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke liang senggamaku. Suamiku pun ikut tercengang melihat batang kemaluan si bule yang besar, merah dan panjang. Aku pun terus mengerang keasyikan, “Auh.. auh.. terus Jhon.. auh, keluarin ya Jhon..”


Akhirnya si bule pun keluar, “Auch.. keluar nich..” ucapnya sambil menarik batang kemaluannya dari liang kewanitaanku dan dimasukkan ke mulutku dan menyembur juga lahar kental yang panas, kutelan sedikit demi sedikit mani asin orang bule. Suamiku pun ikut menciumku dengan sedikit menjilat mani orang asing itu. Kedua lelaki itu akhirnya tersenyum kecil lalu pergi mandi dan tidur siang dengan puas. Sesudah itu aku menceritakan peristiwa awalnya dan minta maaf, sekaligus minta ijin bila suatu saat aku ingin sekali bersetubuh dengan si bule boleh atau tidak. “Kalau kamu mau dan senang, ya nggak apa-apa asal kamu jangan sampai disakiti olehnya”. Sejak saat itupun bila aku ditinggal suamiku, aku tidak pernah merasa kesepian. Dan selalu dikerjain oleh si bule

Artikel Terkait

Cerita Sex Panas Tante Meri Nafsuku mencapai puncak Digoyang Bule Auch keluar nich
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email