Kamis

Memek Tante Basah Kuyup

Aku sudah lama menghuni apartemen ini namaku Jefri, kira-kira sudah hampir setahun lebih. Dan sudah banyak juga wanita yang sudah aku ajak mesum di kamar apartemen ini, mulai dari pacarku bahkan sampai cewek bispak sekalipun. Aku bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang import dan menduduki jabatan yang lumayan tinggi, hingga aku tidak kesulitan di dalam keuangan.
Karena hal itu begitu mudah aku mennggaet seorang wanita. Namun dari sekian banyak wanita yang dekat denganku, ada yang membuatku sering memikirkannya karena goyangannya. Namanya tante Aulia, wanita berumur 37 tahun yang berada di sebelah apartemenku. Aku tidak tahu kalau dia sering memperhatikan aku selama ini, tapi aku mendengar tentang kehidupannya.
          
Dari yang aku dengar tante Aulia sudah bercerai dengan suaminya. Dan kini dia tinggal sendirian di apartemen ini, bahkan jarang juga dia menyapa sesama penghuni apartemen ini. Meskipun terkadang mereka berkumpul di kolam renang yang sudah di sediakan oleh pihak pengelola apartemen. Tapi tante Aulia belum pantes juga di panggil tante karena wajah dan tubuhnya begitu muda keliahatannya.
Dengan tinggi sekitar 155, dan berat 47 membuat tante Aulia mirip gadis yang masih kuliah. Di tambah buah dada yang tidak begitu besar tapi cukup padat keliatannya. Dia sering membawa buku kecil di tangannya ketika berada di taman apartemen. Bahkan pernah sekali aku duduk satu bangku dengannya, tapi akupun tidak menyapanya karena bagiku pantang menyapa wanita lebih dulu.
Apalagi aku memang sering di dekati oleh wanita terlebih dahulu, saat inipun aku dekat dengan seorang wanita yang satu kantor denganku. Lina namanya dan hubungan ini belum ada status yang jelas, tapi sudah beberapakali juga aku melakukan adegan seperti dalam cerita ngentot. Dan hal itu sudah merupakan hal biasa bagiku, tanpa memikirkan hubungan ini akan dibawa kemana.
Tapi pada suatu hari aku melihat tante Aulia sedang berdiri di balkon apartemennya. saat itu juga akupun sedang menghirup udara segar dingin malam, begitu melihat ke arahku dia tersenyum. Akupun membalasnya, hingga tidak berapa lama kemudian aku sudah berada di dalam apartemen tante Aulia. Karena dia mengajakku mengobrol untuk lebih dekat katanya tadi.
Tanpa menunggu lama kami sudah berada di sofa panjang itu, tapi dengan tubuh yang sudah merapat. Aku pegang dagu tante Aulia sambil mengulum bibirnya, aku lumat dengan mesranya. Lama kami saling memainkan bibir kami bahkan aku sempat mennggigit bibirnya saking gemasnya, kemudia aku tekan tubuh tante Aulia pada sofa dan dengan kedua tanganku aku buka pakaian malamnya.
Wangi tubuh tante Aulia menusuk hidungku, aku yakin dia menambah parfumnya waktu aku berjalan menuju ke sini tadi. Karena terlalu menusuk tapi karena merk parfum ternama, membuatku ingin terus menghirupnya bahkan wanginya membangkitkan gairahkku. Aku elus tubuh wangi tante Aulia dan aku cium seluruh lekuk tubuhnya bahkan aku kecup keningnya dengan mesra.
kemudian perlahan aku baringkan tubuh tante Aulia, dengan cepat aku langsung memasukkan kontolku diapun berkata ” kasih foreplay dulu beibs… ” Aku hanya tersenyum dan mencium bibirnya sambil terus memasukkan kontolku ” Aku.. nggak kuat tante.. segera ingin menikmati ini…” Kataku menenggelamkan kontolku pada memek basahnya, dasar pikirku masih ingin pemanasan padahal memeknya sudah basah kurasa.
Dengan posisi kaki berlutut dan tangan berada di samping tubuhnya, aku menggoyang pinggulku dan menancapkan kontolku. Kemudian aku bergerak naik turun dengan gerakan lambat dan sesekali aku goyang pinggulku ke arah atas, kanan bawah, kiri dan kembali ke atas seperti bentuk dari berlian. Dan hal itu membuat tante Aulia bergelinjangan menikmatinya.
Mungkin dia mendapatkan goyangan sensasional dari pinggulku, karena tidak berapa lama kemudian tante Aulia membalikkan tubuhku. Hingga dia berada di atas tubuhku tapi dengan posisi mencium bibirku dari atas kepalaku , jadi ketika dia merangkak maju aku dapat mencium memeknya begitu juga dengan tante Aulia yang langsung saja mengulum kontolku, yang baru saja mencicipi memek basahnya.
Dia begitu lihaiu mengulum dan menghisap kontolku, sedangkan mulutku menghisap klitoris kecilnya slroopp ssllrroopp terus aku mainkan lidahku. Tante Aulia mengangkat pinggulnya ketika tidak tahan merasakan hisapan mulutku pada memeknya, sedangkan mulutnya semakin keras menghisap dan mengulum kontolku. Akupun memegang pinggulnya uang meliuk-liuk di atas tubuhku.
Aku membiarkan kaki lurus dan sedikit terbuka sehingga kontolku berdiri dengan tegaknya, dan memudahkan tante Aulia memainkannya. Bahkan dia bisa mengocoknya dengan lembut ” Ooouugghh… aaagghhh… oooouuuugggghh… oouuugghhhh… Jef.. oouuugghh..” Desahan nafsu tante membuatku semakin bergairah. Gaya ini memberikan kenikmatan luar biasa.
Merupakan posisi pertama bagiku, meskipun aku sering melakukan adegan mesum seperti dalam cerita ngentot. Dengan kedua tanganku aku pegang paha tante yang berada di atasku ” Tante… aaaaghh… jefri.. nggak… kuat.. Tante.. aaagghhh…aagghhh…” Akhirnya tante Aulia melepas kontolku dan diapun bergerak melakukan posisi lain lagi, dia berbaring di bawah tubuhku.
Cerita ngentot memek basah
Kemudian aku langsung memasukkan kontolku masuk dalam lubang memeknya. Perlahan aku goyang kembali, karena sudah begitu bergairah aku tidak lagi pelan menggoyang tante Aulia. Namun dengan kerasnya aku hentakkan kontolku berulang kali, sampai-sampai tante Aulia sibuk mencari pegangan dan pinggangku menjadi pilihanya. Dengan mendesah dari bawah dia terus menggigit bibirnya.
Lama juga aku menggoyang pinggulku, hingga akhirnya aku merasa kontolku tidak sanggup lagi menahan sperma kental yang berada di dalamnya. Bagai mengalami kenikmatan yang klimaks tubuhku bergetar waktu itu dan dengan menekan lebioh dalam kontolku akupun menumpahkannya pada memek tante Aulia, yang sudah bersiap menerima tumpahan itu bahkan dia mendekap erat tubuhku.
Akupun terkulai dengan nafas yang masih memburu di tambah keringat yang mengalir dari tubuhku. Berkali-kali tante Aulia menciumku, mungkin dia merasa puas dengan adegan romantis cerita ngentot kali ini. Bahkan dia memintaku untuk sering-sering menemaninya kalau dia lagi butuh belaian, dengan senyum mengembang akupun menyanggupi permintaaanya.

Artikel Terkait

Memek Tante Basah Kuyup
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email