Kamis

Kegadisanku Direnggut dengan Binal

Aku biasa di panggil pak Darma seorang laki-laki yang sudah menikah kedua kalinya di usiaku yang ke 40 tahun. Dengan istri pertama yang menceraikan aku setelah dia ketahuan selingkuh, dan istri keduaku seorang wanita yang sudah memiliki dua orang anak. Anak pertamanya sudah kuliah dan berada di luar kota, sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku SMA kelas 2, dia bernama Anggi.
          
Istriku mempunyai pekerjaan juga yakni menjaga minimarket kami, yang jaraknya lumayan jauh juga dari rumah. Hampir setiap hari dia berada di sana, dan aku sering mampir kalau pulang dari kantor dan tidak capek. Tapi kalau sudah merasa kelelahan aku langsung menuju rumah untuk segera beristirahat, dan istriku memahami hal itu dia tidak pernah komplain padaku.
Hingga pada suatu hari aku berbuat hal yang tidak senonoh dengan anak tiriku si Anggi, kami melakukan hubungan seperti cerita seks bersama. Di usianya yang masih labil aku melihat Anggi memang sering jalan bareng teman-temannya hingga waktu yang tidak ada batasnya. Pernah aku bilang pada istriku untuk menasehati Anggi, tapi dia bilang kalau Anggi memang seperti itu anaknya.
Cerita Seks Anak Tiri
Sebagai suami kedua dan bukan ayah dari Anggi, akupun hanya diam mendengar penjelasan istriku. Aku takut kalau sampai di bilang terlalu ikut campur pada urusan mereka. Dan membiarkan hal itu begitu saja. Setiap hari aku melakukan aktifitasku seperti biasanya, pergi ke kantor dan beristirahat ketika sampai di rumah. tanpa memperdulikan Anggi yang sering pulang malam.
Hingga kejadian itu terjadilah, pada suatu hari aku pulang siang dari kantor hanya untuk mengambil berkas yang tertinggal di rumah. Dan berniat untuk kembali ke kantor setelahnya. Ketika masuk kedalam rumah aku melihat kalau rumah sepi, karena sudah 2 hari pembantuku pulang ke kampungnya untuk sebuah hajatan keluarganya. Aku dan istriku mengizinkannya dan memberinya waktu selama seminggu penuh padanya.
Aku langsung masuk ke dalam kamar lalu mengambil berkas yang memang ada di kamar itu, tapi begitu aku hendak keluar di depan kamar Anggi yang semula hening terdengar agak ada suara yang mendesah. Aku coba dekati kamar Anggi, dan betapa terkejutnya aku ketika aku melihat Anggi sedang melakukan masturbasi dengan cara memasukkan alat seks pada memeknya.
Dengan memejamkan mata sedang melet-melet bibirnya, dia seakan menikmati permainan alat tersebut. Bahkan dari luar kamarnya dapat aku dengar desahan sange Anggi yang begitu menggoda ” Oouuggghhh… ooouuugghh.. aaaaaggghhh… aaaaaggghh… eeemmmmuuucchhhh… ” Sepertinya bibirnya menahan desahan nafsu yang sudah memuncak dari Anggi yang lagi sange.
Dia melebarkan pahanya sehingga lebih leluasa alat itu masuk ke dalam memeknya, bahkan Anggi menahan di dalamnya. Baru setelah agak lama dia kembali mengeluarkan alat itu. Mungkin karena lama melihat permainan Anggi tiba-tiba aku merasakanmr. p  berdiri, seperti pemain dalam cerita seks yang sudah terjerat nafsu yang menggairahkan juga.
Dengan memberanikan diri aku masuk ke dalam kamar Anggi. Dia sempat kaget tapi diam saja ketika aku mendekat padanya, lalu aku duduk di samping tempat tidurnya kemudian Anggi melepas alat itu dan menaruhnya. Dia menghadap ke arahku dengan mata yang sudah di penuhi nafsu, akhirnya akupun langsung mnelumat memeknya yang sudah basah dari tadi.
Aku mainkan lidahku di dalam memeknya kemudian aku julurkan lidahku menyusuri dinding memek Anggi. Dia menjambak rambutku sambil terus memainkan kakinya untuk menendang lembut tubuhku ” Ooooouugghh… oouugghh… ooouuuggghhhh…. aaaagghhhhh… aaaaagghhh.. uuuugghhh…. ” Anggi meraba-raba tubuhku untuk dia pegang menahan rasa gelinyaa.
Semakin dalam aku membenamkan wajah dan hidungku pada memeknya. Anggi bangun dan dengan setengah duduk dia membuka bajuku, satu persatu dia lucuti pakaianku sampai akhirnya tubuhku tidak lagi memakai baju. Kini aku yang bangun lalu aku tatap wajah Anggi dan sepertinya dia mengerti kalau aku masih ragu untuk melkukan hal itu dengannya.
Dengan menngapaikan tangan seraya berkata padaku Anggi bilang ” Pa… nggak pa-apa Anggi kan Bukan anak Papa… yach.. ” kata Anggi yang membuatku akhirnya mau melanjutkan permainan cerita seks ini, dengan perlahan aku memasukkanmr. p  pada memek Anggi, sekali tekanmr. p  dapat menerobos masuk ke dalam memeknya Anggi yang terasa licin.
Kemudian aku gerakanmr. p  keluar masuk ke dalam memek Anggi, perlahan awalnya tapi untuk selanjutnya aku semakin keras dan cepat bahkan Anggi bergelinjangan menghadapi itu ” Oouuugghhh… aaaagghhh… aaaagghhh… aaaaagghh.. ooouugghh… nik.. mat.. Pa… aaaagghhh.. ” Desahan Anggi membuatku semakin ingin memberikan permnainan yang sempurna padanya.
Dengan sedikit melebarkan pahanya dan memegang kedua lututnya saat itulah aku kembali menghentakkanmr. p . Mungkin karena begitu keras sampai-sampai Anggi menjerit ketika kontol itu menancap dengan kerasnya “AAgggghh.. Pa.. pelan… aaaagghh… aaaagghh.. uugghhh.. ooouuugghhhhh… aaaaaagghhh… ”  Semakin menggila Anggi menikmatimr. p .
karena sudah beberapa kali Anggi membelalakan matanya, dan aku yakin dia sedang merasakan nikmat dari permainan ini. karena itu aku semakin cepat bergoyang di atas tubuh anak tiriku, yang ternyata masih gadis itu. Ketika aku rasamr. p  akan mencapai puncak dari kenikmatan ini semakin dalam aku menekanmr. p  dan akhirnya muncrat sudah spermaku.
Memenuhi memek Anggi yang tidak lagi bisa menampungnya. Diapun memeluk tubuhku dari bawah dan dengan mesra juga aku kecup kening Anggi yang sudah memberikan kepuasan padaku hari itu, yang ternyata hari itu adalah awal kami melkaukan cerita seks di dalam rumah karena semenjak saat itu kami sering melakukannya bahkan pernah kami tertangkap basah oleh pembantu kami.
Tapi aku langsung membungkamnya dengan cara memberinya sejumlah uang, dan mengancamnya juga. Hingga saat ini istriku tidak menegetahui permainan kami selama dia tidak ada di rumah, dan itu membuat kami lebih gila lagi melakukan cerita seks bahkan pernah juga kami melakukan waktu malam hari dimana ada mama Anggi atau istriku yang sedang tertidur di dalam kamar.

Artikel Terkait

Kegadisanku Direnggut dengan Binal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email