Kamis

Dahsyat Kulumanan begitu mulus

Sebagai seorang cowok yang hidup di kota metropolitan, aku memang sudah terbiasa melakukan adegan seperti cerita seks. Bahkan mulai aku masih SMA hingga kini aku sudah kuliah dan umurku 20 tahun, namaku Riko dan saat ini aku menjalin hubungan dengan seorang gadis penjual bunga yang aku kenal dari pertemuan yang tidak sengaja. Waktu itu aku membeli bunga di sebuah toko bunga yang ternyata miliknya.
Cerita Seks Penjual Bunga
          
 
Namanya Siska dia adik tingkatku dan kuliah di kampus yang beda denganku. Pertama melihatnya aku memang sudah ada hati dengannya, karena dia memiliki wajah yang begitu cantik dan senyum manisnya, di tambah mata yang bersinar setiap kali dia menyapa pembelinya seperti aku. Dengan alasan akan menjadi pelanggannya aku sering menemuinya bahkan hampir setiap hari.
Mungkin karena keseringan akhirnya Siska menggodaku lebih dulu ” Wah beruntung ya ..gadis yang jadi pacar mas Riko.. ” Aku balik nanya padanya ” Emang kenapa Sis…?” Kataku pada Siska, diapun menjawab ” Ya..iyalah mas tiap hari di kasih hadiah bunga sama Mas Riko..” Akupun kembali menggodanya ” Kalau gitu mulai hari ini bunga ini buat Siska saja dech… ” Kataku mencoba merayunya.
saat itulah aku melihat wajah Siska tersipu malu, dan tidak lagi mengajakku mengobrol. begitupun dengan aku yang hanya bisa diam saja sambil belagak mencari bunga yang akan aku beli hari ini. Langsung saja aku mengambil salah satu bunga yang sudah di rangkai. Kemudian aku bayar namun dengan sengaja aku kasih pada seorang pelayan disana dan bilang untuk memberikannya pada Siska.
Belum lagi sampai di parkiran aku sudah dapat panggilan dari salah satu pelayan, ” Mas.. ini bunganya ketinggalan.. ” Aku menghentikan langkahku dan mengambil bunga yang dia berikan padaku. Sesaat aku melihat bunga yang berada di tanganku lalu akupun pergi kembali, meninggalkan tempat itu segera mungkin sampai di mobil aku masih memikirkan Siska cewek manis itu.
Akhirnya  aku memutuskan untuk tidak menyerah pada penolakan Siska,  seperti biasa aku mampir ketokonya kali ini aku tidak lagi memakai cara membeli bunga untuk mendekati Siska. Tapi aku langsung mencari perhatian Siska dengan segala macam cara, mulai dari mengikuti langkahnya dan masih banyak lagi yang aku lakukan di toko itu. Hingga akhirnya Siska menatap aku.
Habis itu aku di ajak ngomong sama Siska, dan dia menuliskan sebuah nama cafe pada secarik kertas. Dan menyuruhku untuk pergi menemuinya nanti siang. Akupun pergi dari tempat itu dan langsung saja menuju kampusku sekalian menunggu waktu untuk menemui Siska di cafe nanti siang. Setelah sampai pada waktu yang telah di tentuklan akhirnya akupun pergi.
Menuju ke cafe yang telah kami sepakati untuk bertemu. Belum ada 5 menit aku duduk menunggu Siska, akhirnya diapun datang dari jauh aku lihat dia sendirian dengan menggunakan gaun mini motif bunga kecil. Sungguh menambah kecantikan Siska yang begitu lembut, dia tersenyum dan aku langsung membalas senyuman manisnya yang sering menjadi mimpiku.
Tidak butuh lama akhirnya aku sudah dapat mendapatkan hati Siska sejak hari itu, singkatnya sudah sebulan kami berpacaran dan selama itu pula tidak pernah sekalipun kami melkukan adegan seperti dalam cerita seks. Paling tidak kami hanya berciuman pip dan kening saja, tapi aku sudah begitu mencintai Siska walau tidak ada adegan dalam cerita seks.
Hingga akhirnya di saat kami baru pulang dari menonton. Kami tidak langsung pulang tapi masih mampir ke toko bunga Siska, dengan kunci yang dia bawa dalam tasnya dia dapat membuka pintu toko itu. Mungkin sudah terbawa cerita romantis yang kami tonton askhirnya kami langsung saling melumat dan saling menekan tubuh kami masing-masing hingga mentok pada dinding di toko tersebut.
Saat aku daratkan ciumanku pada leher Siska, dia semakin menggelinjang bahkan menjambak rambutku hingga kusut di buatnya. Tapi aku tetap menyosor semakin ke bawah dan sampai juga pada teteknya ” Aku main di sini ya… sayang…” Siska langsung menjawab parau ” Teruskan saja Mas.. Oouugghhh… aaaaaaaggggghhhhhh….. ” akhirnya aku lumat tetek Siska.
Dia semakin bergairah karena tidak berapa lama kemudian aku sudah berani menyibak bajunya yang hanya sepaha. Di sana aku melihat kalau paha Siska begitu mulus dengan bulu-bulu halus yang berada di seluruh lekuk tubuhnya, begitu terlihat meskipun halus karena Siska mempunyai kulit putih bening. Perlahan aku buka celananaku dan betapa kagetnya aku waktu itu.
Tiba-tiba Siska turun dan berjongkok di depan kontolku, yang sedari tadi menegang. Denngan kedua tangannya di pegangnya pangkal kontolkku dan di kecup ujungnya, dia kulum terus hingga akhirnya kontol itu semakin membesar dan semakin menegang. Dengan lahapnya Siska mengulum dan menjilat-jilat buah zakarku, akupun mendesah sambil memegang kepala bagian belakangnya.
Aku tarik kepala Siska manakala aku tidak sanggup menahan kulumannya ” Oouugghh.. aaaagghh… jangan… Sis… ooouuugghhhh… aaaaagghhh…. ” Aku mendorong kepalanya ke belakang, dan dia menatapku ” Kenapa sayang.. biar aku… teruskan… ya.. ooogghh… oogghh… ” kembali Siska melumat habis kontolku bahkan sampai pangkalnya dia cium juga.
Dengan menarik tubuhnya yang saat itu masih berjongkok. Siska mengikuti gerakanku diapun bangun lalu merebahkan dirinya pada kursi taman panjang yang berada di situ, kemudian menggapaikan tangannya untuk merengkuh tubuhku. Bagai pemain dalam adegan cerita seks. Saat itulah aku menindih tubuhnya perlahan aku masukkan kontolku dan langsung menyelinap dalam memek Ssiska bagai di tarik otomatis.
Perlahan aku goyang dengan gerakan maju mundur. Sampai akhirnya keras juga aku menggoyang pantatku bahkan Siska sampai-sampai menggigit bibirnya, mungkin dia menahan rasa nikmat dari goyanganku ” Eeeeemmmpphh.. aaaagghhh… aaaagghh… eeeeemmmmmpphhccch… aaaahgggghhh… ” Desahan Siska tidak lagi beraturan, goyangan pantatnyapun agak melemah mungkin dia akan segera klimaks.
Semakin keras aku masukkan kontolku ” Ooouuuggggghh… oouuggh.. Sis.. aku… aaaagghh… ngggak.. kuat… ju… ga…aaagghh.. aaaghh ” Muncratlah spermaku saat itu juga, karena aku langsung mencabutnya kontan saja tumpah keperut Siska yang masih terlentang manja di bawahku. Kemudian tubuhku lungkai di atas tubuhnya dan dengan mesra Siska memeluknya begitu erat.

Artikel Terkait

Dahsyat Kulumanan begitu mulus
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email